Desain Rumah Dan Pertimbangan Sebelum Membangunnya

Model Ruang Keluarga Bali
20/12/2017
desain rumah mungil

Pertimbangan matang dalam membuat desain rumah

Idealnya desain rumah harus direncanakan secara personal untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penghuninya, karena itu pula sebaik mungkin tidak dibuat seragam seperti di perumahan. Rumah bisa diibaratkan sebuah pakaian, pemakainya (penghuni rumah) bisa tampil sangat ekspresif, serasi, kontras, atau bisa saja malahan menjadi​ biasa saja sampai tidak mau kelihatan. Tapi, itu memang hanya tampilan luarnya saja. Hal yang lebih penting adalah fungsi pakaian yang harus nyaman ketika dikenakan. Tidak bisa dipungkiri, model rumah yang ditawarkan pengembang (developer) perumahan mengunggulkan bentuk-bentuk tampilan yang terlihat cantik dan bagus dari tampak muka (fasade). Namun, sejatinya apa yang dibutuhkan dari sebuah rumah adalah kualitas ruang yang ada di dalamnya.

Kualitas ruang bisa saja dianggap sepele, karena lebih mementingkan bentuk (model) daripada bicara konteks ruang yang dianggap tidak kelihatan. Padahal kualitas ruang itu adalah hal terpenting yang kelak akan dirasakan langsung oleh penghuninya. Arsitek ketika merancangnya juga tidak boleh memulainya sekadar di atas kertas, tapi harus mengerti lokasi dan memahami ruang sehingga konteksnya menjadi penting. Space menjadi place berkat aktivitas yang ada di dalamnya.

desain rumah

Konteks nyata dalam mendesain rumah

Apabila diambil analogi sebuah baju, maka ukuran baju adalah tata letak (layout) ruang berikut besaran luas ruangannya. Keterpaduan pola hubungan antar ruangan dalam rumah harus sesuai dengan aktivitas penghuni rumah. Lantas bagaimana halnya dengan suasana ruangan? Tentunya dalam hal ini perlu diketahui apakah penghuni rumah menyukai kegiatan terpadu, ringkas, simple misalnya, atau malah ingin menonjolkan masing-masing aktivitasnya. Dari tahap inilah sebenarnya bermula gaya atau style dari sebuah rumah, yang bisa diwakili dengan ungkapan “Beauty from inside”. Karakter pola ruang berikut aktivitasnya mencerminkan place atau suasana ruang, tercermin pada bentuk irama desain sampai terwujud pada bentuk bangunan, termasuk tampilan muka atau fasade.

Dari sini dapat dipraktikkan, misalnya untuk pola ruang bisa dengan mencontoh pola perumahan atau desain rumah ada. Hal yang lebih penting adalah cocok dengan karakter penghuni rumahnya. Tahapan setelah itu adalah menentukan pola aktivitas yang berujung pada bentuk desain, baik ruang maupun interior, yang pada akhirnya harus tercermin pada citra atau image tampilan luar.

Balik ke analogi ibarat sebuah baju, hal yang terpenting adalah cocok nyaman dipakai dan sesuai fungsinya, misal baju tidur atau baju resepsi akan cocok apabila digunakan pada waktu yang tepat. Barulah setelah itu dipikirkan mengenai model dan gaya baju yang bisa dilihat apakah sudah serasi atau malah kontras. Jadi, tahapannya jangan terbalik, memilih baju yang indah tapi tidak tepat untuk situasi pakainya, atau bahkan tidak pas dan tidak nyaman sewaktu dipakai. Hal itu sama saja memilih membeli rumah yang cantik modelnya tapi tidak nyaman ruangannya.

Memilih model rumah yang tepat

denah rumah

Ketika Anda memutuskan membeli/membangun rumah, bagaimana Anda memilih model rumah yang tepat? Apakah model yang Anda sukai yang kemudian Anda pilih? Kami coba memberikan analogi memilih model rumah dengan memilih model baju. Bagaimana caranya? Tentu biasanya secara penglihatan seseorang akan memilih baju dengan model yang disukai. Tapi, apakah baju itu untuk cuma dilihat? Jawabnya tentu saja tidak, karena baju dibeli untuk dipakai. Jadi langkah selanjutnya setelah memilih model adalah mempertimbangkan apakah baju tersebut nyaman dipakai ataukah tidak. Jika model baju yang Anda sukai ternyata juga nyaman dipakai, maka Anda juga akan merasa percaya diri dengan baju itu.

Lantas bagaimana halnya dengan rumah? Tentu saja sama seperti baju. Hanya saja, berbeda dengan baju, rumah tidak dipakai sendiri sebab ada penghuni lain di dalamnya. Lantas apakah setiap penghuninya mempunyai selera model yang sama? Nah, mungkin itu permasalahannya. Pemecahannya mungkin bisa dilihat dari sudut lain, yaitu ketika rumah harus nyaman dan cocok dihuni oleh setiap kebiasaan dari penghuninya. Dalam hal ini ternyata model rumah dapat dirubah wujudnya sesuai perkembangan waktu dan tren yang ada, dan tidak seperti baju yang harus dibuang ketika model sudah ketinggalan zaman. Pertanyaan selanjutnya untuk Anda, apakah model terbaru (misal tren model minimalis) benar-benar cocok untuk desain rumah Anda?